
saat lg pada gak ada kerjaan di seminari...
saat seperti zaman dahulu kala..haha
saat bersama teman-teman
Didewasa kali ini saya kembali mencoba mengingat akan berbagai pengalaman yang saya alami sejak masih kecil sampai saat ini. Saya merasa begitu banyak mengalami kejadian-kejadian yang tidak saya duga semenjak kecil. Hal ini setelah saya ingat-ingat justru membuat saya terkejut sendiri. Dalam benak saya yang terpikir adalah ternyata saya mampu untuk menghadapi segala rintangan yang ada.
Saat itu ketika saya duduk dibangku sekolah dasar saya jarang sekali pergi ke gereja. Hal ini disebabkan karena faktor dari lingkungan sekitar rumah yang mayoritas adalah umat beragama islam. Saat itu saya hanya tinggal bersama kakek nenek di Yogyakarta, sebab ayah dan ibu sudah pergi ke
Hingga pada suatu hari yaitu tepatnya hari minggu saya bertemu dengan teman saya yang bersepeda ingin pergi ke gereja. Teman saya itu katolik sehingga saya pun di ajaknya. Pada saat itu juga saya baru sadar bahwa Gereja Katolik dan Gereja Kristen itu memiliki tata cara liturgi yang berbeda. Tentu saya malu sekali ketika mengetahui hal tersebut. Sempat beberapa minggu saya tidak pergi ke gereja baik Gereja Katolik maupun Gereja Kristen. Bahkan kakek nenek saya sempat curiga dengan perubahan yang ada dari diri saya. Mereka curiga atau apalah yang terpenting saya haus bisa mengungkapkan apa yang sudah saya ketahui. Meski itu akan membuat kaget kakek nenek saya. Sebab kakek nenek saya memang memiliki pendidikan yang mungkin dapat dikatakan belum mencapai standar.
Suatu saat ketika saya sedang asyik berbicara dengan kakek nenek saya, tiba – tiba ada perasaan yang muncul dari dalam diri saya untuk mengatakan apa yang sudah saya ketahui. Dalam pikiran saya mungkin kakek nenek akan kecewa dengan apa yang saya katakana sebab nantinya tidak bisa pergi ke gereja bersama kembali. Sebab saya adalah satu-satunya cucu yang ada di rumah pada waktu itu, karena adik saya sudah datang ke
Tanggapan yang saya terima dari kakek nenek saya adalah senang. Sebab mereka ingin saya mengetahuinya sendiri tanpa harus di beritahu. Hal ini dilakukan sebagai bentuk didikan dari kakek nenek saya agar saya mampu menjadi pribadi yang mandiri dimana saya harus bisa mencari tahu sendiri tanpa harus diberitahu terlebih dahulu. Ini merupakan salah satu tes kesadaran untuk diri saya. Saya pun senang menerima tanggapan tersebut.
Menurut saya pengalaman yang satu ini karunia Tuhan hadir untuk diri saya dimana Tuhan memberi tahu saya mana yang benar melalui perantara yaitu teman saya sendiri. Saya begitu bersyukur atas apa yang telah terjadi kepada diri saya. Sebab setelah saya refleksikan dengan Tuhan hadir memberi tahu saya mana yang benar maka dengan itu pula dapat saya simpulkan bahwa Tuhan akan selalu memperhatikan umatnya dimana saja.
Juga Tuhan akan selalu memberi sebuah kejutan yang tak terduga bagi siapa saja yang percaya pada-Nya. Terbukti ketika saya memperkirakan bahwa kakek nenek saya akan tidak suka pada saya atas kejujuranku. Ternyata karunia Tuhan hadir kembali dan saya justru mendapat suatu pelajaran baru yang mungkin belum tentu teman-temanku yang lain dapat mengalaminya.
kuyakin dalam hatiku
kau satu yang ku perlu
kurasa hanya dirimu
yang membuatku rindu
* bila saat nanti kau milikku
kuyakin cintamu
takkan terbagi, takkan berpaling
karena kutahu engkau begitu
karena kutahu engaku begitu
hingga ku pasti menunggu
selama apapun itu
demi cinta yang kurasakan
yang hanyalah kepadamu
** percayalah kusungguh-sungguh
mengatakan semua
yakinkan hatimu kau milikku
karena kutahu engkau begitu
karena kutahu engkau begitu
Baru-baru ini teman-teman Gonzaga digemparkan dengansebuah berita tentang pembangunan fasilitas sekolah. Rencananya sekolah akan membangun fasilitas lapangan bola. Hal ini jalas membuat mereka bertanya-tanya, apakah benar pembangunan ini akan dilaksanakan. Oleh karena itu, kami tim The Reazont mencoba untuk menanyakan nya lebih detail kapada kepala sekolah SMA Kolese Gonzaga.
Berdasarkan wawancara yang kami laksanakan pada kamis, 4 mei 2009, bahwa isu tersebut benar-benar nyata. Drs. J. Heru Hendarto, SJ selaku kepala SMA Kolese Gonzaga mengatakan bahwa akan adanya renovasi lapangan bola ini dimaksudkan untuk memberikan pelanyanan pendidikan yang lebih baik kepada sisiwa-siswi SMA Gonzaga.
Pembangunan yang akan dilakukan oleh sekolah tidak hanya lapangan bola saja melainkan masih banyhak fasilitas lain yang akan dibangun diantaranya audiovisual, auditorium untuk pertemuan, ruang rektorat untuk rapat yang memmuat kurang lebih tiga puluh orang. Bagi Rm. Heru pembangunan ini akan menjadi sempurna bila ada dukungan dari semua pihak, salah satunya dari siswa-siswinya sendiri. Dukungan yang deberikan tidak harus berupa dana tetapi bisa berupa pemeliharaan setelah pasca pembangunan. Salah satunya tidak mencorat-coret tembok, tidak membuang sampah sembarangan dan masih banhyak contoh lainyanya. Untuk pembangunan lapangan bola sendiri sekolah harus mengucurkan dana sebesar empat ratus juta dengan tipe lapangan drainase (lapangan dengan penyerapan air hujan yang cepat). Pembangunan ini diadakan pada saat semester I TP 2009/2010. Pembangunan ini juga akan menghilangkan beberapa fasilitas yang ada salah satunya teras pinggir lapangan, dan Gazebo.
Beliau juga mengatakan bahwa pembangunan ini sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 2003-2004 salah satunya hall basket dan kantin yang menelan biaya satu setengah miliar juga taman yang menelan biaya 28 juta.
Harapan Rm. Heru dengan diadakanya pembangunan ini adalah siswa-siswi SMA Gonzaga memiliki sense of belongings yang artinya rasa kesadaran untuk memelihara lingkungan hidup di sekitar kita.
Maraknya Penggunaan -facebook dikalangan -masyarakat membuat Paus Benedictus XVI ikut ambil bagian dalam ¬menyampaikan aspirasinya melalui pesan yang diberikan dalam rangka Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-43 pada tanggal 24 Mei 2009. Pesan yang diberikan melaui 9 pesan penting yang diberikan kepada setiap uskup dinegaranya. Inti dari 9 pesan itu adalah “dengan adanya jaringan komunikasi online, janganlah hanya dijadikan sebagai sarana mencari banyak teman. Namun juga harus dijadikan ¬sebagai media pewartaan injil kepada setiap umat manusia di dunia.” Melalui pernyataan ini masyarakat dunia diajak untuk ¬mencintai teknologi untuk menciptakan persahabat online, relasi baru, dan pewartaan injil.
“Facebook yang telah saya gunakan tidak hanya -digunakan untuk mencari teman namun saya gunakan pula untuk berbagi suatu ayat dalam kitab katolik kepada beberapa teman saya yang seagama”, ungkap pak Mazmur, salah satu pegawai yang bekerja sebagai resepsionis di ¬Seminari Wacana Bhakti. Dengan begitu pesan dari Paus telah tersampaikan kepada beberapa umatnya di dunia. Zaman yang terus berkembang akan selalu -memberikan sebuah inovasi baru demi kenyamanan masyarakat dalam -berkomunikasi via dunia maya.
Ini Cinta dan Realita
Segala Sesuatu Yang Ada Disini
Dengan Segala Suka dan Duka
Hari Demi Hari
Terus Coba Ku Jalani
Mencoba Menjalani
Sesuatu Yang Tak Pasti
Jangan Berkata Tidak Bila Kau Benar Jatuh Cinta
Terus Terang Saja, Untuk Apa Dusta
Cinta Adalah Sebuah Anugerah
Kau Layak Berbahagia
Tanpa Cinta
Sengsara Berpihak Pada Kita
Cobaan Pasti Datang
Rintangan Pasti Menghalang
Tanpa Mempedulikan Waktu
Tak Terukur Besarnya
Siapapun Tak Tahu
Namun Yakinlah Cinta Itu…
Mengerti Maksudmu
Mengerti Maumu
Mengerti Kata Hatimu
Mengerti Segala Yang Kau Harapkan
Berilah Celah Di Hatimu
Berikanlah Sedikit tempat Di Hatimu
Tanamkanlah Benih Cinta Itu
Siramilah Dengan Ketulusan Hati
Agar Mampu Merekah Sepanjang Hari
Mendunia Di Setiap Hati
Created By:
Heribertus Septian Panji M.
1.1
Di zaman sekarang setiap orang harus mau melakukan aktivitas agar dapat bertahan hidup. Karena seperti kita tahu hidup di ibukota tidaklah mudah, kita harus bekerja keras banting tulang. Kalau kita tidak mau seperti itu jangan berharap untuk menjadi orang yang sukses di daerah ibukota. Maka dari itu setiap orang setelah melakukan aktivitas baik yang sudah terjadwal maupun secara langsung, pasti membutuhkan waktu utuk berhenti atau disebut dengan beristirahat. Kegiatan beristirahat ini dapat dilakukan dengan banyak cara asalkan dapat berhenti melakukan aktivitas. Misalkan saja disebuah sekolah, para murid yang mungkin menonton bola pada dini hari atau siswa yang belajar hingga larut malam maka ketika waktu belajar mengajar malah tidur dan akhirnya tidak memperhatikan pelajaran. Inilah salah satu contoh kegiatan beristirahat namun kurang efektif.
Maka dari itu tidur menjadi suatu hal yang penting bagi setiap individu agar kondisi setiap individu dapat terkontrol. Namun jika tidur secara berlebihan maka juga akan merusak kondisi tubuh juga, maka kita sebagai mahluk yang berintlektual harus dapat mengatur pola tidur sehingga tidak malah menggangu kondisi badan kita sendiri.
Biasanya pola tidur yang teratur adalah dengan tidur 8 jam setiap hari, menurut para ahli yang saya dapatkan dengan tidur 8 jam maka itu sudah dapat mengistirahatkan badan kita sehingga kita dapat melaksanakan aktivitas selanjutnya dengan semaksimal mungkin, dan juga tidak merasakan capek yang berlebihan.
1.2 Permasalahan Yang Terjadi !
Permasalahan yang akan saya bahas pada bagian ini yaitu siswa yang tidur dengan berbagai model, pada saat proses belajar mengajar dalam SMA Gonzaga. Tidur yang saya maksud ini kurang begitu positive karena tertidur saat proses belajar mengajar. Tidur yang dilakukan para siswa pun dengan banyak Model. Karena begitu banyak model maka saya memberi beberapa nama pada setiap model tidur yang saya lihat, misalkan Model Sang Pemimpi, Superman, The Thinker, The Prayer, The Pianist dan Exstream. Jadi mengapa para siswa tidur dengan berbagai model?
Mungkin bagi mereka ini hal yang sudah biasa padahal hal ini sangat menggangu walaupun juga sangat berpengaruh pada kondisi badan. Namun kesalahannya terletak pada kapan dan dimana waktu tidur tersebut berlangsung.
Bagi para siswa yang sering tidur mungkin akan beranggapan bahwa hal yang mereka lakukan tidak akan menggangu orang lain disekitarnya, namun sebenarnya hal ini sungguh sangat menganggu, misalkan saja akan menyinggung guru yang mengajar karena dianggap apa yang diajarkan guru tersebut tidak diperhatikan, juga banyak hal lain lagi yang lebih banyak.
1.3 Hipotesis
Banyak kemungkinan yang terjadi siswa tidur dikelas dengan model tidur yang berbeda-beda. Kemungkinan pertama adalah karena para siswa yang belajar hingga larut malam sehingga waktu yang digunakan untuk tidur semakin berkurang. Hal ini pun dengan otomatis akan mengurangi waktu tidur yang sudah dirata-rata.
Kemungkinan kedua adalah karena para siswa menonton bola atau mengadakan acara hingga larut malam. Seperti halnya kita tahu pada masa sesusia siswa SMA pasti membutuhkan kebebasan untuk berekpresi sehingga samapai tidak tahu waktu dan akhirnya merugikan diri sendiri. Maka walaupun hingga larut malam asalkan dapat memuaskan perasaan mereka, maka mereka akan terus melakukannya, berbeda jika cara berpikir secara dewasa.
Kemungkinan kedua adalah mungkin guru yang mengajar membosankan. Jadi jika seorang guru mengajar dan membuat suasana menjadi sepi maka rasa untuk tidur akan lebih mudah walaupun sepenting apa pelajaran tersebut. Namun jika suasana kelas agak ramai(tidak berlebihan) maka hal ini akan membuat otak para siswa terus berinterkasi dan akan selalu bekerja sehingga tidak untuk mengantuk. Serta mencoba model tidur yang baru.
Kemungkinan Ketiga adalah karena ini suatu kebiasan pada setiap individu para siswa. Jadi kebiasaan seperti ini yang tidak patut untuk dicontoh, mungkin karena sudah menjadi kebiasaan maka para siswa sudah dapat mengetahui model tidur apa yang cocok bagi dirinya dan pada pelajaran apa. Sehingga bagi mereka yang sudah terbiasa tidak perlu lagi memilih pola tidur apa yang cocok, dengan kata lain langsung saja praktekkan.
1.4 Hasil Wawancara
Pertanyaan: Menurut anda model tidur apa yang paling cocok ketika tidur di kelas?dan apa penyebabnya?
Jawab(berdasarkan narasumber):
Jatra : Model tidur yang paling cocok adalah dengan menundukan kepala dan berpura-pura menulis dan memperhatikan pelajaran.
: Karena kecapekan.
Gery : Model tidur yang paling cocok adalah dengan menggunakan tangan sebagai landasan kepala, dan menghadap berlawanan dengan guru.
:Karena guru yang mengajar hanya dengan berbicara sehingga membosankan
Yudhi : Model tidur yang paling cocok adalah menggunakan 2 telapak tangan sebagai penahan kepala.
: Karena situasi yang memungkinkan untuk tidur.
Endar : Model tidur yang paling cocok adalah menaruh 2 tangan ke meja dan terkadang kepala terantuk pada meja.
: Karena pelajarannya membosankan.
Hasan : Model tisur yang paling cocok adalah menggunakan 1 tangan sebagai landasan dan 1 tangan lagi lurus kedepan, serta menghadap berlawanan dengan guru.
: Karena cara mengajarnya membuat suasana kelas menjadi ngantuk.
Deta Model tidur yang paling cocok adalah dengan bersikap seolah berdoa.
: Karena sudah terbiasa dan tak bisa menahan rasa ngantuk dan guru yang membosankan.
1.5 Solusi
Dari beberapa narasumber maka solusi akan model tidur yang paling cocok yaitu:
- Pertama yaitu dengan menggunakan model tidur yang paling jarang dipakai oleh orang lain.
- Kedua yaitu dengan menggunakan model tidur yang paling cocok sehingga tidak menggangu orang lain.
- Ketiga yaitu dengan mencari model tidur yang baru sehingga tidak mudah diketahui oleh orang lain.
- Keempat yaitu dengan blak-blakan menunjukkan rasa ngantuk hingga ditegur oleh guru, karena hal ini akan membuat orang tidak mengantuk.
1.6 Kesimpulan
Setiap individu pasti membutuhkan tidur agar dapat berhenti melakukan aktivitas, maka dari itu kita harus bisa mengatur pola tidur. Ketika berada dalam kelas kita juga harus pandai menggunakan berbagai model tidur untuk mengelabuhi walaupun ini memang salah. Tapi jika terdesak kia pantas mencobanya. Begitu banyak model tidur tinggal cara kita memilih dan mempraktekkannya agar dapat berjalan dengan lancar. Juga jangan pernah menggunakan model tidur yang sama, maka dari itu kita juga dituntut untuk berkreative. Inilah kemajuan zaman dan berkembangnya pemikiran para siswa hingga semua dihalalkan.
Refleksi ku ketika berada di
Seminari Wacana Bhkati
A. Aspek Hidup Rohani
Semenjak masuk ditahun kedua ini, panggilan yang kurasakan dalam seminari inipun kurasakan meningkat. Hal ini mungkin ditambahnya kehidupan berkomunitas dengan para siswa siswi Gonzaga yang selalu ada dalam kehidupan setiap hari. Jadi panggilan ini saya rasakan meningkat, karena beberapa teman yang saya temukan di SMA Gonzaga, yang beranggapan bahwa sosok seorang seminari itu pastilah lebih dewasa. Bukannya saya sombong, melainkan dengan adanya anggapan seperti itu justru membuat saya lebih dewasa. Kegitan yang juga menunjang dalam panggilan yaitu pengetahuan tentang santo santa. Hal ini saya temukan ketika bacaan rohani. Berbeda dengan KPP yang harus bacaan rohani dengan kitab suci. Dengan ini saya mampu memahami kehidupan para santo santa, yang mungkin ada sedikit bagian yang mampu saya terapkan dalam keidupan sehari-hari. Peningkatan panggilan ini didukung dengan refleksi harian, namun terkadang malah menggangu kehidupan study saya, namun saya berusaha memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk mengerjakan refleksi, karena saya merasa sangat membutuhkan refleksi harian, sehingga segala aktivitas yang saya kerjakan pada hari ini dapat saya maknai.
B. Aspek Hidup Study
Hidup study saya kini semakin meningkat dengan adanya penambahan pelajaran dan banyaknya tugas dan ulangan sehingga membuat saya harus menggunakan waktu sebaik-baiknya. Namun saya terkadang kurang sadar untuk mengerjakan tugas jauh-jauh hari, sehingga terpaksa kejar tayang agar bisa selesai. Hal ini saya rasakan kurang efektif, karena justru mengganggu kegiatan yang lain. Maka setelah saya merefleksikannya maka saya berusaha untuk menjadi orang yang lebih peka terhadap hal semacam ini.
Namun ketika saya merasa kurang mampu dan kurang sadar maka banyak teman satu angkatan yang mau mengingatkan saya, hal ini saya rasakan begitu indah, karena teman satu angkatan perhatian dengan saya, dan saya tersadar harus lebih memperhatikan mereka. Hal ini secara tidak langsung begitu menusuk pada diri saya. Karena mampu menyadarkan saya dari keterpurukan.
Setiap manusia pasti memiliki kelemahan dan setiap kelemahan pastinya akan berdampak pada kehidupan saya. Maka ketika saya mengobrol walaupun Cuma hanya sekedar ngobrol sebentar namun pada akhirnya mengganu dan menyita waktu study saya. Maka saya berusaha untuk tidak ngobrol dan jalan-jalan pada waktu study terlebih study1.
C. Aspek Hidup Komunitas
Ditahun kedua ini, hidup komunitas jauh lebih membaik, karena sudah lebih mengenal dari pribadi setiap anggota komunitas. Namun pada pribadi KPP baru sebagian saja yang terlihat. Mungkin walaupun sudah bisa dibilang cukup, kehidupan komunitas saya agak berkurang seperti ketika waktu templi, atau waktu bebas, karena saya pergunakan untuk mengerjakan tugas sekolah. Namun saya tetap berusaha untuk membagi sama rata, karena dalam seminari ini dituntut hidup dalam pola 4 aspek kehidupan. Jadi semua saya anggap penting. Komunitas seminari Wacana Bhakti memiliki kebersamaan yang kuat, dan tidak ada namanya senioritas yang harus membeda-bedakan antara yang tua dan muda. Inilah yang saya suka dan patut ditiru dikomunitas mana saja. Karena bukan berarti lebih tua itu jauh lebih baik dari yang muda.
D. Aspek Hidup Sehat
Semua kegiatan di seminari ini sudah terjadwal secara teratur. Sehingga badan s badan saya baik. Di seminari saya dapat makan secara tertur dan melakukan kegiatan yang lain teratur berbeda ketika sebelum saya masuk seminari yang segala sesuatunya tidak teratur dan terjadwal. Dengan begini saya merasakan kehdupan yang ayak dan mendukung akan panggilan saya. Usulan saya dalam aspek ini adalah mengadakan kegiatan olahraga bersama walaupun hanya sekedar main bola.
E. Kesimpulan
Akhirnya dari ini semua dapat saya simpulkan bahwa sesungguhnya panggilan saya meningkat tidak hanya melalui satu aspek yang mungkin itu dianggap suci, melainkan melalui semua aspek yang ditanamkan pada Seminari Wacana Bhakti ini. Dengan berbagai perkembangan yang muncul pada 4 aspek tersebut, maka perkembangan pun juga berkembang, karena dalam proses panggilan ini tidak dapat secara personal, melainkan membutuhkan banyak hal. Karena manusia sendiri dalah mahluk Zoon Politicion, yang selalu membutuhkan orang lain untuk berelasi.
Ecce Ancila
Domini
[ aku ini hamba tuhan ]
Kisahku dimulai di
Kini dua tahun hidupku dari tahun ini telah kuberanikan diri untuk menapaki jalan panggilan Allah Bapa. Aku tak tahu apa yang membuatku hingga berani untuk masuk ke seminari. Mungkin aku termakan oleh omonganku sendiri. Layaknya sebuah kertas yang tertiup angin yang mudah berterbangan hingga kemana-mana, bahkan ke tempat yang tak layak. Mungkin pembicaraan bersama kedua sahabatku di masa SD ku dulu menjadi kenyataan.
Di
Begitu banyak hal yang kami bicarakan, tak sadar bahwa kicauan burung telah menghilang berganti dengan kunang-kunang yang berlalu-lalang disekitar bagaikan ingin ikut ambil bagian dalam perbincangan diantara kami. Kemudian kami mulai menggenakan tas ransel kami dan mulai mengayuh lagi sepeda kami. Sesampai dirumah kucoba masuk dapur ternyata sudah tersedia semangkok mie rebus yang masih mendidih, segera aku mandi dan ingin cepat-cepat menyantap mie rebus tersebut. Pada hari itu sekitar pukul 11 malam aku sudah ingin tidur, dalam lamunan malam yang begitu dingin aku mulai membayangkan kembali pembicaraan aku dengan kedua sahabatku, dan yang masih terngiang dalam telingaku adalah ketika aku dan kedua sahabatku mencoba membuat pernyataan bahwa setelah lulus SMP nanti kami akan masuk keseminari yang berbeda tanpa ada komunikasi diantara kami. Maksudnya kami masuk seminari sesuai panggilan dari Bapa saja. Sehingga ini benar-benar bersifat pribadi.
Perjuanganku selama tiga hari dalam menghadapi ujian sekolah telah kudapatkan hasilnya. Aku lulus dengan nilai yang tak begitu jelek, namun aku bangga. Aku kini berhadapan dengan dua pilihan yaitu apakah aku akan masuk ke Seminari Wacana Bhakti atau SMA Pangudi Luhur 2, karena di dua sekolah itu aku sudah test dan aku diterima. Awalnya aku hanya mencoba mendaftar di Seminari Wacana Bhakti, sedangkan SMA Pangudi Luhur 2 hanya aku jadikan sebagai cadangan. Sehingga aku tak memiliki sekolah pilihanku. Namun pada akhirnya aku memberanikan diriku untuk masuk ke Seminari Wacana Bhakti. Ditengah metropolitan kala dunia menawarkan surganya aku telah memilih satu jalan yaitu berserah kepada Allah Bapa. Tak tahu pantaskah aku menjadi gembala-Nya tetapi aku yakin dan tegar bahwa kuasa kasih-Nya
Selama dua tahun ini aku baru tersadar bahwa aku telah termakan omonganku sendiri ketika kelas 6 SD dulu. Aku sadar mukjizat itu nyata. Thx GOD.
Kota Yogyakarta adalah sebuah kota besar di Indonesia.Kota ini pernah menjadi ibu kota Indonesia pada masa revolusi. Selain itu kota ini adalah ibu kota Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dipimpin oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Pangeran Pakualam.Makanan khas kota ini adalah gudeg.Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar, karena hampir 20% penduduk produktifnya adalah pelajar dan terdapat 137 perguruan tinggi. Jogja merupakan
Aksara Jawa, merupakan salah satu peninggalan budaya yang tak ternilai harganya. Bentuk aksara dan seni pembuatannya pun menjadi suatu peninggalan yang patut untuk dilestarikan. Tak hanya di Jawa, aksara Jawa ini rupanya juga digunakan di daerah Sunda dan
Ketika aku lulus dari SMP, walaupun dengan segala susah payah..hahahahaaa..
Bahan perandaan pun terjadi,,dan aku kini masuk seminari Wacana Bhakti,,dan kedua sahabatku masuk De Brito, dan salah satu SMA terbaik di Jogja....
ya Tuhan ini aku utuslah aku....



